Easy Slider jQuery Plugin Demo
  • Css Template Preview
  • Css Template Preview
  • Css Template Preview
  • Css Template Preview
Jumat, 21 Oktober 2016 - 17:50:24 WIB
Angkat Sumpah dan Penyerahan Ijazah 209 Lulusan Apoteker Angkatan XX
Diposting oleh : humasunjani
Kategori: agenda kegiatan


(Cimahi), Sebanyak 209 orang lulusan Program Studi Profesi Apoteker Angkatan XX Fakultas Farmasi Unjani mengikuti pelaksanaan upacara angkat sumpah dan dilantik menjadi Apoteker (Apt.) pada hari Selasa (4/10), di Gedung Sasana Krida Kampus Unjani Cimahi. Acara tersebut di awali dengan pembukaan Sidang Senat Terbuka oleh Dekan Fakultas Farmasi selaku Ketua Senat, Prof. Dr. Afifah B Sutjiatmo, MS., Apt.  Turut hadir dalam acara tersebut Ketua BPH Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) – Unjani Brigjen (Purn.) Ferdinand Setiawan, Rektor Unjani, Mayjen TNI Witjaksono, M.Sc, Wakil Rektor III, Komite Farmasi Nasional (KFN), yang diwakili oleh Anggota KFN, Prof. Dr. Tutus Gusdinar Kartawinata, Apt., Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), yang diwakili oleh Wasekjen Liliek Yusuf Indrajaya, S.Si., SE., MBA., Apt., Dinkes Jawa Barat, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM), para orang tua Apoteker baru, perwakilan idustri dan perusahaan farmasi Jawa Barat dan DKI Jakarta, kepala Lapiad dan Lapiau, serta para dosen dan tamu undangan lainnya.

Pendidikan Profesi Apoteker merupakan pendidikan lanjut dari sarjana farmasi yang lamanya 2 semester. Didalam proses pembelajaran mahasiswa dihadapkan pada teori dan praktek profesi kefarmasian di berbagai Rumah Sakit Pemerintah maupun swasta antara lain, RSHS, RS Advent, RSPAD Gatot Subroto, RS Muhammadiyah, RS Bhayangkara, RS Dustira, dll.,  PT. Kimia Farma, dan berbagai industri farmasi di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

209 orang lulusan Apoteker baru tersebut telah mengikuti 3 tahapan ujian yakni, Ujian Praktek Pelayanan Kefarmasian (OSCE), Ujian Teori Kefarmasian Berbasis Komputer (CBT), dan Ujian Sidang Komprehensif Nasional yang dilaksanakan di Kampus UNJANI Cimahi, dengan tim penguji yang kompeten dibidangnya yakni, para praktisi dari Apotek, Industri, Rumah Sakit, Asosiasi Profesi IAI, dosen dan para Guru Besar dari ITB, UNPAD dan UNJANI. Dari proses tahapan tersebut dinyatakan  lulus 100 persen, 1 orang diantaranya dinyatakan lulus Dengan Pujian (Cumlaude), yakni, Susi Sunarty Sigalingging, S.Farm., Apt, 41 orang lulus dengan sangat memuaskan, 150 orang lulus dengan memuaskan, dan 17 orang lulus tanpa predikat. IPK rata-rata 3,31, IPK tertinggi 3,86 dan IPK terendah 2,76, Demikian Berita Acara yang  disampaikan Wakil Dekan I Fakultas Farmasi Unjani, Dr. Fikri Alatas, M.Si, Apt.

209 lulusan tersebut mengucapkan sumpah profesi yang dipandu oleh KFN dan di dampingi oleh para Rohaniawan. Usai pengucapan sumpah para lulusan menandatangani berita acara angkat sumpah, menerima Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA), Ijazah Profesi Apoteker Unjani, dan sertifikasi kompetensi.

Turut memberikan sambutan dalam acara tersebut adalah Pengurus Pusat IAI, dalam pidatonya antara lain mengajak para lulusan agar senantiasa siap dalam menghadapi tantangan kedepan sebagai lulusan yang sudah kompeten. Sebagai satu-satunya unsur pelayanan dalam bidang kefarmasian dan sekaligus menjadi penaggung jawab, ”profesi apoteker” harus menonjolkan identitasnya (bukan sebagai dokter atau perawat). Selain itu, ketua IAI juga berharap agar bertanggung jawab dalam melaksanakan praktek kefarmasian, tulus dalam melayani, memberikan informasi yang benar dalam aturan pemberian obat, lebih dekat dengan pasien, agar pasien yang dilayani mendapat kepuasan.

Senada dengan itu, KFN dalam pidato sambutannya juga mengatakan, agar kompetensi yang dimiliki dapat bermanfaat bagi masyarakat umum. Bekerjalah menurut standar yang ada, sesuai urutan dan tujuan tindakan, dapat meningkatkan kualitas pelayanan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, serta terus belajar menempa diri untuk meningkatkan profesionalisme agar mendapat pengakuan dari masyarakat.

Rektor Unjani Mayjen TNI Witjaksono, M.Sc, dalam pidato sambutannya mengungkapkan rasa bangga terhadap prestasi yang telah dicapai mahasiswa dalam ujian Kompetensi Apoteker Indonesia. Rektor berpesan agar para lulusan dapat memaknai dengan sungguh-sungguh “sumpah” yang telah diucapkan, sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas, agar diri sendiri terlindungi dan masyarakat memperoleh manfaat. Dan kepada lulusan yang berasal dari daerah, segera mengabdikan diri didaerahnya, menjadi “apoteker handal” demi kesehatan masyarakat..**