Easy Slider jQuery Plugin Demo
  • Css Template Preview
  • Css Template Preview
  • Css Template Preview
  • Css Template Preview
Jumat, 04 November 2016 - 07:29:16 WIB
Seminar Nasional Farmasi Ke-2 UNJANI 2016
Diposting oleh : humasunjani
Kategori: agenda kegiatan


(Cimahi), Fakultas Farmasi Unjani bekerja sama dengan Pengurus Daerah  Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi Jawa Barat, kembali menggelar Seminar nasional dengan tema : “Pemanfaatan Ilmu Farmasi & klinis serta Regulasinya dalam Pelayanan Kefarmasian di Indonesia”  yang dikemas dalam Seminar Farmasi Unjani ke-2 (SNIFA2), bertempat di Graha POS Indonesia Bandung, 03 November 2016 . Seminar rutin tahunan dimaksud bertujuan untuk mengembangkan dan mengoptimalkan peranan Apoteker di Perguruan Tinggi, Industri Farmasi, Disributor Farmasi dan Sarana Pelayanan Kesehatan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia. 

Seminar tersebut diikuti lebih dari 500 orang peserta, termasuk 60 orang peserta pemakalah yang terdiri dari  25 pemakalah oral dan 35 pemakalah poster. Mereka merupakan para praktisi Industri Farmasi, Apotek, Klinik, Puskesmas, dan Rumah Sakit serta mahasiswa dan dosen dari berbagai Perguruan Tinggi, antara lain Unjani, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Indonesia, Universitas Sumatra Utara, Universitas Pancasila, F. Kedokteran Universitas Brawijaya, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, Sekolah Tinggi Farmasi Bandung, Universitas Islam Bandung, STIKES BTH Tasikmalaya, Poltekkes TNI AU Ciumbuleuit Bandung, Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan, dan Jurusan Farmasi FMIPA Universitas Sriwijaya. Demikian yang disampaikan Ketua Pelaksana Seminar, Faizal Hermanto, S.Si., M.Si., Apt, dalam laporannya. 

Dalam kesempatan yang sama Dekan Fakultas Farmasi Unjani, Prof. Dr. Afifah B Sutjiatmo, MS., Apt, dalam pidato sambutannya antara lain mengatakan melalui seminar ini diharapkan dapat terjalin silaturahim dan sinergis antara para praktisi Industri Farmasi, Apotek, Klinik, Puskesmas, dan Rumah Sakit serta mahasiswa dan dosen dalam upaya meningkatkan pelayanan kefarmasian kepada masyarakat. Karena dengan menjalankan praktek kefarmasian dengan kompetensi yang mumpuni, memahami regulasi dan bertanggungjawab, Apoteker diharapkan berperan penting dalam membuat, menyimpan, mendistribusikan, menyerahkan dan memberikan informasi obat kepada pasien sehingga pasien mendapatkan obat yang bermutu, berkualitas dan berkhasiat. 

Rektor Unjani, Mayjen TNI Witjaksono , M.Sc, yang turut hadir dan berkenan membuka seminar, dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa peran Unjani sebagai epistemic community dalam mengejawantahkan tri dharma perguruan tinggi secara komprehensif, dapat berpartisipasi, berkontribusi dan mendorong terciptanya pelayanan kesehatan yang baik dan benar kepada masyarakat, khususnya mengenai pelayaanan kefarmasian, peran dan fungsi Profesi Apoteker. Lebih jauh Rektor mengatakan pada era kontemporer saat ini, seorang farmasis dituntut untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi. Perluasan fungsi seorang farmasis kini bukan hanya terkait pelayanan klinis saja, tetapi juga terkait dengan pengoptimalan terapi obat, promosi kesehatan, dan pencegahan penyakit.

Peraturan menteri kesehatan yang berkaitan dengan bidang kefarmasian patut disyukuri baik oleh akademisi maupun praktisi dalam bidang kefarmasian. Namun, UU farmasi tetap menjadi hal penting yang perlu diupayakan, ungkap Rektor.

Keynote Speaker dalam SNIFA 2 kali ini adalah Direktur Jenderal Bina Pelayanan Kefarmasian Kementerian Kesehatan Republik Indonesi, Dra. Maura Linda Sitanggang, Ph.D, seyogyanya akan hadir untuk memaparkan materinya tentang “Kebijakan dan regulasi perbekalan farmasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia”. Namun, karena sesuatu dan lain hal tidak dapat hadir. 

Turut hadir sebagai pembicara utama adalah, Yuyus Kusnadi, Ph.D (PT. Kalbe Farma), yang memberikan materi “Pemanfaatan sel punca (stem cell) dalam pengobatan penyakit degeneratif”, Drs. Sahat Saragih, M.Si., Apt (Kimia Farma Apotek), Peningkatan peran apoteker dalam praktik kefarmasian di apotek”, Prof. Dr. Suwijiyo Pramono, Apt, DEA. (Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Bidang Biologi Farmasi),  Pengembangan bahan alam Indonesia menuju Obat Herbal Terstandar”, Prof. Dr. Elin Yulinah Sukandar (Guru Besar Sekolah Farmasi ITB, Bidang Farmakologi),  Aplikasi farmakoterapi di sarana pelayanan kefarmasian”. 

Dalam seremonial pembukaan seminar, juga turut dihadiri Rektor Unjani periode 2012-2016, Prof. Dr. Bambang Sutjiatmo, Wakil Rektor II Unjani, para Dekan Fakultas dilingkungan Unjani, serta para undangan lainnya. **