Easy Slider jQuery Plugin Demo
  • Css Template Preview
  • Css Template Preview
  • Css Template Preview
  • Css Template Preview
Senin, 08 Mei 2017 - 06:20:34 WIB
Pengambilan Sumpah dan Penyerahan Ijazah Lulusan Apoteker UNJANI Angkatan XXI
Diposting oleh : humasunjani
Kategori: agenda kegiatan


(Cimahi), 194 lulusan Program Studi Profesi Apoteker Angkatan XXI Fakultas Farmasi Unjani mengikuti pelaksanaan upacara pengambilan sumpah pelantikan menjadi Apoteker (Apt.) pada hari Selasa lalu (18/4), di Hotel Horison Jl BKR Bandung. Dalam acara tersebut turut hadir Ketua BPH Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) – Unjani Brigjen (Purn.) Ferdinand Setiawan, Rektor Unjani, Mayjen TNI Witjaksono, M.Sc., NSS, beserta jajaran Wakil Rektor dan para Dekan, Komite Farmasi Nasional (KFN), diwakili oleh Prof. Dr. Tutus Gusnidar K, Apt, Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt., Dinkes Provinsi Jawa Barat, para orang tua Apoteker baru, perwakilan idustri dan perusahaan farmasi Jawa Barat dan DKI Jakarta, kepala Lapiad dan Lapiau, para dosen dan tamu undangan lainnya.

Pendidikan Profesi Apoteker merupakan pendidikan lanjut dari sarjana farmasi yang lamanya 2 semester. Didalam proses pembelajaran mahasiswa dihadapkan pada teori dan praktek profesi pelayanan kefarmasian apotek di berbagai Rumah Sakit Pemerintah maupun swasta antara lain, RSHS, RS Advent, dan berbagai industri farmasi di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

199 orang mahasiswa program studi Apoteker Unjani telah mengikuti Uji kompetensi sumatif Apoteker Indonesia pada tanggal 30 Januari 2017 lalu, dan berhasil lulus 194 mahasiswa. Satu diantaranya berhasil menyandang predikat ”dengan pujian” (cumlaude), yakni Astri Dwi Zahrina Suwarjo, Lima mahasiswa harus mengulang pada pelaksanaan uji kompetensi sumatif berikutnya. Demikian diungkapkan Dr. Fikri Alatas, S.Si. M.Si, Apt., (Wakil Dekan I Fakultas Farmasi) saat menyampaikan laporannya dalam acara tersebut.

Uji Kompetensi Sumatif mulai diterapkan pada tahun 2017 sebagai peningkatan dari uji kompetensi yang selama ini dilaksanakan. Dengan Uji kompetensi Sumatif sudah tidak ada lagi perbedaan lulusan antara PTN dan PTS. Pada pelaksanaan Uji Kompetensi Januari lalu diikuti 30 perguruan tinggi, termasuk 199 Mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Unjani. Alhamdulillah kelulusan Apoteker Unjani menjadi yang terbaik dan diatas rata-nasional. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt., saat menyampaikan pidato sambutannya.

Sementara itu, Komite Farmasi Nasional (KFN), yang diwakili oleh Prof. Dr. Tutus Gusnidar K, Apt, dalam kesempatan tersebut antara lain mengingatkan agar para lulusan apoteker baru wajib memiliki surat ijin praktek apoteker (SIPA), dan surat ijin apotek (SIA). Sejalan dengan itu, seorang apoteker juga harus memiliki tanggung jawab sosial kepada pasien atas profesi yang disandangnya dalam menjelaskan aturan dan cara minum obat yang baik, menjalin mitra yang baik dengan dokter dan sesama sejawat apoteker,serta terus menerus mengup-date pengetahuan.

Sementara itu, Rektor Unjani Mayjen TNI Witjaksono, M.Sc., NSS, dalam pidato sambutannya mengungkapkan rasa bangga terhadap prestasi yang telah dicapai mahasiswa Unjani dalam ujian kompetensi sumatif Apoteker Indonesia. Rektor berpesan agar prestasi tersebut dapat dijaga dan terus ditingkatkan. Sedangkan kepada para lulusan rector berpesan agar dapat memaknai dengan sungguh-sungguh “sumpah” yang telah diucapkan, sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas, agar diri sendiri terlindungi dan masyarakat memperoleh manfaat. Dan kepada lulusan yang berasal dari daerah, segera mengabdikan diri didaerahnya, menjadi “apoteker handal” demi kesehatan masyarakat dan pembangunan bangsa. **